Terkumpul
Rp 371.286
Bagi ratusan pasien kanker di Makassar, pengobatan adalah pertaruhan hidup yang tak bisa ditunda. Seringkali, perjalanan pengobatan ini berlangsung berbulan-bulan, memaksa mereka meninggalkan keluarga dan kampung halaman demi akses medis. Di luar biaya perawatan, tantangan terbesar seringkali datang dari biaya hidup sehari-hari, akomodasi, dan transportasi.
Tanpa dukungan yang memadai, banyak pejuang kanker dihadapkan pada pilihan sulit: menghentikan pengobatan karena beban finansial, atau melanjutkan perjuangan dalam kondisi serba terbatas, penuh kecemasan dan ketidakpastian. Yayasan Kesehatan Kanker Indonesia hadir untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun pejuang yang berjuang sendirian.
Ratusan pasien kanker dari berbagai daerah harus datang ke Makassar untuk menjalani pengobatan intensif yang bisa berlangsung berbulan-bulan hingga setahun. Mereka berasal dari latar belakang ekonomi yang beragam, namun mayoritas datang dengan keterbatasan finansial. Jauh dari keluarga dan lingkungan yang familiar, mereka menghadapi tantangan tambahan berupa biaya hidup yang tinggi (akomodasi, makan, transportasi) di luar biaya medis yang sudah membebani.
Pasien kanker yang menjalani pengobatan di Makassar seringkali berada dalam kondisi fisik yang lemah akibat penyakit dan terapi yang dijalani. Secara psikologis, mereka rentan terhadap stres, kecemasan, dan depresi akibat perpisahan dengan keluarga, ketidakpastian masa depan, dan beban finansial. Keterbatasan akses terhadap tempat tinggal yang layak, makanan bergizi, dan transportasi yang teratur dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menghambat proses pemulihan.
* Termasuk 10% infak operasional