Rumah Bahagia Pasien (RBP) hadir sebagai tempat tinggal sementara yang aman, layak, dan manusiawi bagi pasien kanker kurang mampu beserta pendampingnya. Kehadiran RBP memungkinkan mereka menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang, tanpa terbebani kebutuhan dasar sehari-hari. Selama tinggal di RBP, pasien dan pendamping memperoleh fasilitas hunian yang nyaman, makan tiga kali sehari dengan gizi seimbang, serta layanan transportasi pulang–pergi ke rumah sakit rujukan agar akses pengobatan tetap terjaga. RBP juga menyediakan pendampingan psikologis dan spiritual untuk membantu menjaga ketenangan batin dan memperkuat semangat pasien dalam menjalani terapi. Sebagai dukungan tambahan, tersedia suplemen herbal alami Arzed yang digunakan sebagai terapi pendamping medis, bukan sebagai pengganti pengobatan dari rumah sakit. Seluruh layanan ini diberikan sepenuhnya secara gratis, tanpa dipungut biaya apa pun, sebagai wujud komitmen untuk mendampingi pasien kanker dan keluarganya secara menyeluruh dan bermartabat.
Lokasi Utama
Rumah Bahagia YKKI
ALUR PENERIMA MANFAAT RBP
1. Berasal dari luar kota Makassar, Maros, Gowa.
2. Melapor 3 hari sebelum masuk RBP.
3. Tidak sedang menderita penyakit bawaan yg dapat menular.
4. Pendamping pasien maksimal 2 orang.
5. Pasien rumah sakit.
6. Bersedia bekerjasama/gotong royong sesama penghuni RBP dan wajib menjaga kerapihan barang barang inventaris RBP.
7. Bersedia menaati segala peraturan dan tata tertib yang di terapkan di rumah bahagia pasien.
8. Siapkan Berkas :
9. Pendaftaran :
a. Melalui Online
Pendaftaran online diperuntukkan bagi keluarga pasien yang berada di luar Kota Makassar atau membutuhkan informasi awal sebelum kedatangan.
Langkah pendaftaran :
b. Melalui Offline
Pendaftaran offline dapat dilakukan dengan datang langsung ke lokasi RBP pada jam operasional.
Langkah pendaftaran :
10. Wawancara Singkat :
Pendaftaran pasien baru dibuka secara berkala. Silakan lengkapi formulir pendaftaran melalui tombol di bawah ini.
Mencakup seluruh pejuang kanker (Aktif, Sembuh, Berpulang, & Antrian) yang telah dan sedang kami dampingi.
Asal daerah pejuang kanker
Demografi usia pejuang kanker
KABUPATEN LUWU...•49 Thn
Tumor mataKABUPATEN ENREK...•60 Thn
Tumor jaringan lunakKABUPATEN MOROW...•70 Thn
Ca ColonKABUPATEN PARIG...•25 Thn
Kanker tulangKOTA MAKASSAR•50 Thn
Tumor MammaeKABUPATEN LEMBA...•41 Thn
ca mammaeKABUPATEN LUWU•47 Thn
Ca OvariumKABUPATEN BARRU•51 Thn
ca mammaeKABUPATEN SOPPE...•68 Thn
Tumor FemurMelihat kembali momen-momen berharga dalam mendampingi para pejuang kanker melalui tahun ke tahun.
Rumah Bahagia Pasien (RBP) resmi berdiri sebagai rumah singgah bagi pasien kanker kurang mampu yang sedang menjalani pengobatan dan tidak memiliki tempat tinggal selama masa perawatan. 14 November 2022 menjadi tonggak penting dengan diterimanya pasien pertama di RBP. Sejak saat itu, RBP hadir sebagai tempat aman dan layak bagi pasien yang datang dari luar daerah.
Dengan kapasitas awal 5 kamar, RBP menghadapi lonjakan kebutuhan yang tinggi. Kamar hampir selalu terisi penuh, bahkan daftar tunggu mencapai hingga tiga kali lipat dari jumlah kamar yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan rumah singgah bagi pasien kanker jauh lebih besar daripada daya tampung yang ada..
Menjawab kebutuhan tersebut, RBP melakukan pengembangan dengan membuka RBP ke-2. Unit tambahan ini memiliki 4 kamar, sehingga total kapasitas RBP meningkat menjadi 9 kamar aktif. Langkah ini menjadi bukti bahwa permintaan layanan terus meningkat, rumah singgah bukan kebutuhan sementara dan RBP harus terus bertumbuh agar tidak ada pasien yang terpaksa berjuang sendirian.
Pada tahun 2025, RBP memperluas perannya. Tidak lagi hanya menyediakan tempat tinggal, RBP mulai menguatkan aspek pemulihan non-medis melalui Program Pendampingan Emosional & Spiritual. Program ini meliputi, pembukaan kunjungan relawan dan komunitas untuk berkegiatan di RBP, pelaksanaan Program Terapi Al-Qur’an bagi pasien. Dengan pendekatan ini, RBP berkembang dari sekadar rumah singgah menjadi ruang pemulihan yang lebih utuh, manusiawi, dan berkelanjutan.
Pertumbuhan RBP dari tahun ke tahun menunjukkan satu hal penting. Kebutuhan pasien kanker tidak berhenti pada pengobatan medis saja. Inilah yang melandasi langkah lanjutan menuju pengembangan Asrama Kanker, agar lebih banyak pasien dapat ditampung dan didampingi secara layak.
Saat divonis kanker serviks stadium 4, hidup saya terasa runtuh. Saya dan suami datang dari Kendari ke Makassar dengan penuh keterbatasan. Alhamdulillah, kami diterima di Rumah Bahagia Pasien. Di sana kami mendapat tempat tinggal, makan, dan transportasi ke rumah sakit. Lebih dari itu, saya merasa dikuatkan secara fisik dan mental. Tanpa RBP, mungkin saya sudah menyerah dan menghentikan pengobatan.
Kami sangat kaget saat anak kami, Selviani, divonis kanker ganas dan harus dirujuk ke Makassar. Sebagai keluarga dari kampung, kami tidak pernah membayangkan menghadapi situasi seperti ini, apalagi memikirkan biaya dan tempat tinggal selama berobat. Kehadiran Rumah Bahagia Pasien benar-benar menjadi penolong bagi kami. Tanpa RBP, mungkin kami sudah terpaksa pulang dan menghentikan pengobatan.
Saya merasa sangat nyaman tinggal di Rumah Singgah karena semua pasien diperlakukan seperti keluarga tanpa dibeda-bedakan. Seluruh kebutuhan seperti makan dan transportasi ke rumah sakit ditanggung sepenuhnya secara gratis. Kegiatan pengajian dan ceramah agama yang rutin diadakan sangat membantu menguatkan mental saya selama menjalani pengobatan.
Saya dirujuk ke RS Wahidin Makassar dan sempat kebingungan tempat tinggal, bahkan menginap tiga hari di masjid. Di tengah keterbatasan dan kurangnya dukungan, saya hampir menyerah. Alhamdulillah, RBP menerima saya dan menjamin kebutuhan selama kemoterapi. Pelayanan yang ramah membuat saya bisa bertahan. Semoga YKKI terus membantu pasien seperti saya.
Selama tinggal di RBP, kami merasa tenang, aman, dan selalu tercukupi. Pemeriksaan rutin ke rumah sakit pun berjalan lancar berkat dukungan RBP dan YKKI. Kami berharap RBP terus hadir dan tetap konsisten membantu pasien kurang mampu seperti kami.
Sebagai pendamping pasien, saya merasa Rumah Bahagia ini seperti rumah sendiri. Suasananya tenang dan hangat, sangat membantu meringankan beban pikiran kami selama menjalani pengobatan di luar kota. Pengurusnya ramah dan peduli, dan kami merasa bahagia bisa membangun kebersamaan dengan pasien lain serta bertemu keluarga baru. Terima kasih atas pelayanan yang luar biasa. Semoga Rumah Bahagia terus hadir membantu lebih banyak pasien dari daerah terpencil dan tetap menjadi tempat singgah yang penuh harapan. Jangan pernah berhenti menghadirkan kebahagiaan.
Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Ikhsan dan YKKI atas kesempatan ayah kami tinggal di Rumah Bahagia Pasien selama berobat di Makassar. Lingkungan yang aman dan nyaman serta kebutuhan yang tercukupi membuat kami merasa sangat terbantu dan tidak sendirian. Kami juga memohon maaf apabila selama tinggal terdapat kekurangan dari kami. Semoga RBP terus menjadi tempat yang penuh berkah dan membantu lebih banyak pasien yang membutuhkan.
Rumah singgah ini terasa seperti rumah kedua yang sangat meringankan beban biaya dan tempat tinggal selama menjalani pengobatan jangka panjang. Suasananya tenang dan nyaman, dengan dukungan kekeluargaan serta pengurus yang ramah dan peduli. Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para donatur, pengurus, dan relawan yang telah menyediakan tempat tinggal yang hangat dan layak. Semoga rumah singgah ini terus beroperasi dan membantu lebih banyak pasien dari luar daerah, serta semangat berbagi tetap terjaga dalam menghadirkan harapan dan senyuman bagi mereka yang sedang berjuang.
Terima kasih kepada YKKI dan Rumah Bahagia Pasien yang telah menerima Ibu saya selama 1 tahun 11 bulan menjalani pengobatan. Kami sangat terbantu dengan fasilitas tempat tinggal, makan, dan transportasi yang disediakan. Tanpa RBP, mungkin kami tidak tahu harus tinggal di mana dan pengobatan tidak akan bisa berjalan selama ini. Terima kasih juga kepada Bapak Ikhsan atas pendampingan dan kepeduliannya kepada para pasien dan keluarga. Semoga seluruh tim YKKI selalu diberi kesehatan dan kebaikan, karena jasa dan bantuan yang diberikan sungguh tak ternilai bagi kami.
Rumah Bahagia Pasien (RBP) menjadi rumah kedua yang penuh kehangatan dan semangat kekeluargaan, membantu kami para pejuang kanker menjalani pengobatan dengan lebih tenang dan optimal. Lingkungan yang aman serta dukungan sosial, psikologis, dan spiritual sangat berarti dalam proses pemulihan kami. Terima kasih RBP, semoga menjadi amal jariyah dan terus menjadi jembatan harapan bagi para pejuang kanker untuk sembuh.
Selama tinggal di RBP, kami sebagai keluarga pasien sangat terbantu dengan adanya tempat ini, khususnya bagi pasien kanker yang kurang mampu. RBP bukan hanya menyediakan tempat tinggal yang nyaman dan aman, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan, fasilitas yang mendukung interaksi, serta pembinaan melalui keterampilan, edukasi pola hidup sehat, dan penguatan iman. Dukungan dan kepedulian tim RBP sangat berarti bagi kami. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan dibalas oleh Allah SWT. Kami berharap pembinaan ke depan dapat semakin ditingkatkan agar keluarga dan pasien baru lebih memahami setiap nasihat dan arahan yang diberikan. Terima kasih atas segala kebaikan dan perhatian yang telah kami terima.
Selama tinggal di Rumah Bahagia Pasien Makassar, saya menemukan keluarga baru yang saling menguatkan di tengah ujian kesehatan. Di sini saya bisa beristirahat, makan, dan berobat dengan tenang tanpa terbebani biaya, serta mendapatkan dukungan rohani melalui kegiatan mengaji bersama. Kepedulian tim RBP sangat membantu dan akan selalu saya kenang. Semoga RBP terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pasien dari luar daerah yang membutuhkan.
Rumah Bahagia Pasien (RBP) sebanyak 2 unit di Kota Makassar selalu terisi penuh oleh pasien kanker bahkan kekurangan kamar sehingga antrian mencapai 3x lipat dari jumlah kamar yang ada. Hal ini disebabkan karena Makassar sebagai kota rujukan pasien kanker untuk kawasan Indonesia Timur.
Pengembangan RBP kedepan menjadi 5 unit Rumah Singgah atau Asrama Kanker Gratis permanen dengan kapasitas 50 Kamar yang terintegrasi.
Mohon doa dan dukungannya agar mimpi ini segera terwujud demi kenyamanan para pejuang sembuh.
Berjalan bersama dalam misi kemanusiaan
"Rumah Bahagia Pasien (RBP) bukan sekadar rumah singgah. Ia adalah ruang aman, tempat beristirahat, dan ruang pemulihan bagi pasien kanker serta keluarga yang tengah menjalani masa sulit jauh dari rumah. Kami membuka pintu bagi masyarakat umum, komunitas, lembaga, dan perusahaan untuk hadir, berkunjung, serta berbagi waktu dan perhatian bersama para pasien di RBP. Sebab bagi mereka yang sedang berjuang melawan kanker, kehadiran dan kepedulian sering kali sama berharganya dengan bantuan materi."
Lokasi RBP
JI. Perintis Kemerdekaan 08. Perumahan Dosen Unhas Blok BG 17 Makassar
Mari bertemu dan berbagi senyuman bersama para pejuang kanker.
Kehadiran Anda bukan hanya sekadar kunjungan, namun juga menjadi sumber semangat baru bagi mereka.
Bagikan kebahagiaan bersama anak-anak pejuang kanker melalui interaksi langsung.
Lihat langsung fasilitas hunian yang dirancang khusus untuk kenyamanan pasien.
Dengarkan perjuangan dan harapan dari para keluarga hebat di RBP.
Kami percaya bahwa setiap langkah besar dimulai dari kebersamaan. YKKI mengundang sektor korporasi, komunitas, dan individu untuk menjalin kolaborasi strategis dalam mendukung ekosistem Rumah Bahagia Pasien.
Bersama, kita bisa memastikan tidak ada pejuang kanker yang berjalan sendirian.
Jalin KemitraanIntegrasikan visi sosial perusahaan Anda dengan misi pendampingan pasien kami.
Bangun gerakan kebaikan bersama komunitas untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Setiap bentuk kontribusi Anda adalah nafas bagi harapan, senyuman bagi perjuangan, dan rumah bagi mereka yang sedang mencari kesembuhan.