YKKI
10 Tahun YKKI

YKKI.ORG

Melayani, menguatkan, dan berjalan bersama pasien kanker.

Memuat...
Skip to content
Home Program Donasi Tentang
kesehatan

Bukan Hanya Benjolan: Kenali Perubahan Payudara Saat Mandi atau Berganti Pakaian

Y
YKKI
11 dilihat
Bukan Hanya Benjolan: Kenali Perubahan Payudara Saat Mandi atau Berganti Pakaian

Mengenal payudara tujuannya adalah mengetahui kapan tubuh menunjukkan perubahan yang layak diperiksakan.

Saat mandi atau berganti pakaian, perhatian terhadap kesehatan payudara sering hanya tertuju pada satu hal: apakah ada benjolan?

Padahal, perubahan pada payudara tidak selalu muncul sebagai benjolan.

Perubahan bentuk atau ukuran, kulit yang tampak tertarik atau menyerupai kulit jeruk, puting yang baru tertarik ke dalam, pembengkakan di ketiak, hingga cairan yang tidak biasa dari puting juga perlu 
diperhatikan.

Kementerian Kesehatan RI memasukkan perubahan-perubahan tersebut sebagai tanda yang perlu dikenali dalam upaya deteksi dini kanker payudara.

Namun, menemukan perubahan pada payudara tidak otomatis berarti kanker. Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan perubahan serupa.

Karena itu, tujuannya bukan mencari-cari penyakit setiap kali bercermin. Yang lebih penting adalah mengenali seperti apa kondisi payudara yang biasanya normal bagi diri sendiri, sehingga ketika ada 
sesuatu yang benar-benar berubah, kita lebih mudah menyadarinya.

Mulailah dari Apa yang Terlihat

Saat mandi, bercermin, atau berganti pakaian, sesekali perhatikan kedua payudara.

Tidak perlu mengharapkan keduanya terlihat sama persis.

Payudara kanan dan kiri memang dapat mempunyai sedikit perbedaan ukuran, bentuk, atau posisi. Jika perbedaan tersebut sudah ada sejak lama dan tidak mengalami perubahan, hal itu berbeda dengan perubahan yang baru muncul.

Yang perlu diperhatikan justru:
  • perubahan ukuran atau bentuk yang baru;
  • adanya pembengkakan pada salah satu bagian;
  • kulit yang tampak tertarik atau berlesung;
  • perubahan pada puting;
  • benjolan atau penebalan baru;
  • pembengkakan di ketiak atau sekitar tulang selangka; dan
  • cairan tidak biasa yang keluar dari puting.

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI juga menekankan bahwa perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan kulit, retraksi atau puting tertarik ke dalam, cairan abnormal dari puting, dan pembengkakan kelenjar di ketiak merupakan perubahan yang perlu mendapatkan perhatian.

Jadi, tidak perlu membandingkan tubuh dengan gambar orang lain di internet.

Bandingkan dengan kondisi tubuh Anda sendiri sebelumnya.

Jangan Hanya Mencari Benjolan, Perhatikan Kulitnya

Kulit payudara terkadang memperlihatkan perubahan yang lebih mudah terlihat daripada dirasakan.

Kementerian Kesehatan memasukkan beberapa perubahan kulit sebagai tanda yang perlu dikenali, seperti kulit yang:
  • tampak berlesung atau tertarik ke dalam;
  • kemerahan;
  • menebal;
  • berkerut;
  • menyerupai permukaan kulit jeruk; atau
  • mengalami luka yang tidak kunjung membaik.

Istilah kulit jeruk menggambarkan permukaan kulit yang tampak berpori dan tidak rata menyerupai kulit buah jeruk.

Perubahan seperti ini memang dapat ditemukan pada kanker payudara, tetapi bukan berarti setiap kemerahan, ruam, atau perubahan kulit pasti kanker.

Iritasi, infeksi, alergi, atau penyakit kulit juga dapat menimbulkan perubahan.

Karena itu, yang lebih penting adalah memperhatikan perubahan yang baru, tidak biasa, menetap, atau semakin jelas.

Lihat Apakah Ada Perubahan pada Puting

Puting setiap orang mempunyai bentuk berbeda.

Ada yang menonjol, relatif datar, atau memang sejak lama sedikit mengarah ke dalam.

Yang perlu diperhatikan adalah perubahan dari kondisi biasanya.

Misalnya, puting yang sebelumnya mengarah keluar kemudian baru tertarik ke dalam tanpa penyebab yang jelas.

Kementerian Kesehatan menyebut retraksi puting atau puting yang tertarik ke dalam sebagai salah satu perubahan yang perlu diperhatikan.

Perhatikan pula bila terdapat luka, perubahan tekstur kulit di sekitar puting, atau cairan yang keluar secara tidak biasa.

Cairan dari puting tidak selalu berarti kanker. Namun, cairan yang muncul tanpa rangsangan, terutama apabila mengandung darah, sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan.

Saat Mandi, Kenali Tekstur Payudara

Mandi dapat menjadi waktu yang nyaman untuk mengenali bagaimana payudara biasanya terasa.

Kementerian Kesehatan melalui edukasi SADARI juga mengajarkan pemeriksaan dengan meraba area payudara secara sistematis dan memperhatikan apakah terdapat benjolan atau perubahan tekstur yang sebelumnya tidak ada.

Area yang diperhatikan tidak hanya bagian depan payudara.

Perhatikan pula daerah menuju ketiak dan sekitar tulang selangka, karena perubahan atau pembengkakan juga dapat muncul di area tersebut.

Namun, payudara tidak harus terasa rata seperti permukaan meja.

Jaringan payudara secara alami mempunyai tekstur. Karena itu, tujuan meraba payudara bukan mencari tekstur yang “sempurna”, tetapi mengenali bagaimana payudara biasanya terasa.

Jika kemudian muncul bagian yang benar-benar berbeda, seperti benjolan, penebalan, atau pembengkakan baru, jangan mencoba menentukan sendiri apakah itu kanker.

Periksakan kepada tenaga kesehatan.

Payudara Bisa Berubah karena Hormon

Tidak setiap perubahan pada payudara berarti penyakit.

Perubahan hormon selama siklus menstruasi dapat membuat payudara terasa nyeri, lebih sensitif, penuh, atau sedikit membengkak pada waktu tertentu.

Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa sebagian perempuan dapat mengalami payudara terasa sakit atau membengkak berkaitan dengan menstruasi.

Kehamilan juga dapat menyebabkan payudara membesar, terasa lebih berat, atau lebih sensitif sebagai bagian dari persiapan tubuh untuk menyusui.

Ketika memasuki perimenopause dan menopause, perubahan kadar hormon juga dapat memengaruhi tubuh, termasuk bentuk dan jaringan payudara.

Karena itu, memahami pola tubuh sendiri penting.

Pertanyaannya bukan sekadar:
“Apakah payudara saya pernah berubah?”

Tetapi:

“Apakah perubahan ini berbeda dari yang biasanya saya alami?”

Bagaimana dengan SADARI?

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mendorong SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri sebagai salah satu upaya untuk mengenali kelainan pada payudara lebih awal.

Tujuan SADARI bukan untuk membuat seseorang mendiagnosis kanker sendiri.

Salah satu tujuan pentingnya justru agar perempuan mengenal kondisi payudaranya sendiri, sehingga lebih mudah menyadari apabila suatu saat muncul perubahan yang tidak biasa.

Bagi perempuan yang masih menstruasi, Kementerian Kesehatan menganjurkan SADARI dilakukan setiap bulan sekitar hari ke-7 sampai ke-10 terhitung sejak hari pertama menstruasi.

Pada perempuan yang telah menopause, pemeriksaan dapat dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan agar mudah diingat.

Saat melakukan SADARI, perhatikan bentuk dan ukuran payudara, kondisi kulit, puting, adanya benjolan, perubahan tekstur, maupun kelainan lainnya.

Jika ditemukan perubahan, lanjutkan dengan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Jangan Memeriksa Sampai Menjadi Sumber Kecemasan

Mengenali kondisi payudara bukan berarti harus merabanya berkali-kali setiap hari.

Tujuannya justru agar kita mengenal pola tubuh, bukan membuat setiap perbedaan kecil terasa menakutkan.

Di luar waktu SADARI berkala, kebiasaan sederhana saat mandi, berganti pakaian, atau bercermin sudah dapat menjadi kesempatan untuk menyadari bila ada perubahan.

Jika tidak ada sesuatu yang berbeda, tidak perlu terus-menerus mencari kelainan.

Namun, jika ada perubahan baru yang menetap atau terasa berbeda dari kondisi biasanya, jangan mengabaikannya.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Kementerian Kesehatan menganjurkan agar seseorang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan benjolan atau perubahan pada payudara.

Perubahan yang layak diperiksakan antara lain benjolan atau penebalan baru, perubahan bentuk atau ukuran, puting yang baru tertarik ke dalam, cairan abnormal dari puting, perubahan kulit yang 
menetap, atau pembengkakan di ketiak.

Tidak perlu menunggu sampai perubahan terasa sakit.

Sebagian kanker payudara pada tahap awal dapat muncul tanpa nyeri.

Pemeriksaan juga tidak berarti tenaga kesehatan langsung menganggap seseorang mengalami kanker.

Tujuannya adalah menentukan apakah perubahan tersebut merupakan variasi normal, kondisi jinak, infeksi, perubahan hormonal, atau kelainan lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

SADARI dan SADANIS, Apa Bedanya?

Selain SADARI, di Indonesia dikenal SADANIS atau Pemeriksaan Payudara Klinis.

Perbedaannya sederhana.
SADARI dilakukan sendiri, sedangkan SADANIS dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

Kementerian Kesehatan menganjurkan perempuan yang menemukan kelainan saat melakukan SADARI untuk melanjutkan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Tenaga kesehatan kemudian dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan.

Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Kanker Payudara yang diterbitkan Kementerian Kesehatan pada Agustus 2026 menjadi salah satu acuan bagi tenaga medis dalam melakukan diagnosis dan tata laksana kanker payudara di fasilitas pelayanan kesehatan.

Mengenali Payudara Bukan Pengganti Pemeriksaan Medis

Mengenal kondisi payudara melalui SADARI tetap mempunyai keterbatasan.

Tidak semua kelainan dapat dilihat atau dirasakan sendiri.

Kementerian Kesehatan membedakan skrining pada orang yang belum mempunyai keluhan dengan deteksi atau evaluasi lebih lanjut pada orang yang sudah mempunyai benjolan atau keluhan.

Artinya, ketika sudah menemukan perubahan yang mencurigakan, jangan berhenti pada SADARI.

Langkah berikutnya adalah mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian.

Jika diperlukan, tenaga kesehatan dapat melanjutkan evaluasi dengan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang sesuai kondisi masing-masing.

Cukup Mulai dengan Satu Pertanyaan: “Apakah Ada yang Berbeda?”

Menjaga kesehatan payudara tidak harus dimulai dengan istilah medis yang rumit.

Saat mandi, bercermin, atau berganti pakaian, kenali kondisi tubuh sendiri.

Perhatikan bentuk payudara, kulit, puting, area ketiak, dan perubahan lain yang terasa atau terlihat berbeda.

Lalu tanyakan:
“Apakah ada sesuatu yang baru atau berbeda dari kondisi saya biasanya?”

Jika tidak ada perubahan, lanjutkan aktivitas seperti biasa.

Jika menemukan sesuatu yang baru, jangan langsung menyimpulkan kanker. Banyak perubahan payudara disebabkan kondisi lain yang bukan kanker.

Tetapi jangan pula menunggu sampai perubahan tersebut menjadi besar atau terasa sakit.

Mengenal payudara bukan tentang mencari alasan untuk takut. Tujuannya adalah mengetahui kapan tubuh menunjukkan perubahan yang layak diperiksakan.

Daftar Pustaka
  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, 31 Oktober). Cegah Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.
  2. Unit Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, 15 Februari). Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.
  3. Tim Promkes RSST RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2022, 21 November). Lakukan SADARI Setelah Menstruasi. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  4. Promosi Kesehatan Tim Kerja Hukum dan Humas RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2025, 25 Agustus). Deteksi Dini Kanker Payudara Breast Cancer Semakin Cepat Semakin Besar Peluang Sembuh. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  5. Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2026, 26 Juni). Setiap Kanker Payudara Berbeda Kenali Jenisnya untuk Langkah yang Tepat. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026, 19 Agustus). Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Kanker Payudara. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/657/2026.

Komentar (0)

Silakan masuk untuk meninggalkan komentar.

Masuk / Daftar